5 Kesalahan yang Harus Dihindari Ketika Membeli Asuransi Jiwa

Seiring dengan kesadaran masyarakat untuk melindungi orang orang terkasih, Auransi Jiwa menjadi sebuah kebutuhan. Mengingat asuransi jiwa memang ditujukan untuk perlindungan secara finansial bagi anggota keluarga atau ahli waris yang ditinggalkan. Meskipun begitu tingkat penggunaan produk asuransi ini masih terbilang rendah. Bagi anda yang memang tertarik untuk mengambil produk in ada baiknya mengenali kesalahan pembelian asuransi berikut.

  1. Membeli Asuransi Jiwa Bukan Bagi Yang Membutuhkan

Harus dipahami jika asuransi jiwa ini nantinya diberikan kepada tertanggung atau peserta. Dalam hal ini peserta adalah orang yang bekerja atau menjadi tulang punggung. Namun meskipun memberikan perlindungan, tidak semua orang membutuhkan asuransi jiwa. Contohnya untuk anda yang masih single atau orang orang yang hidup sendiri. Karena tidak memiliki tanggungan maka sebaiknya tidak perlu untuk mengambil asuransi jiwa.

Karena nantinya tidak akan yang ada yang bisa menerima manfaat dari asuransi jiwa ini. Sekalipun anda termasuk orang yang memiliki materi berlebih sekalipun. Asuransi jiwa hanya ditujukan untuk mereka yang benar benar membutuhkan. Bukan peserta yang akan mendapatkan manfaatnya tetapi tertanggung yang akan mendapatkannya. Sehingga sebelum membeli asuransi jiwa harap dipikirkan baik baik dan disesuaikan dengan kebutuhan.

  1. Membuat Asuransi Jiwa Dengan Peserta Yang Salah

Peserta dalam asuransi jiwa adalah mereka yang akan membayar besaran premi setiap bulannya. Sehingga pesertanya sudah bisa dipastikan yang bisa menghasilkan uang atau nafkah. Meskipun demikian masih banyak yang belum memahami dan mendaftarkan nama istrinya misalnya. Nantinya tidak akan mengubah keadaan jika meninggal dunia karena pencari nafkahnya bukan sang istri. Untuk itu tanyakan saja yang  masih belum jelas agar tak menyesal.

  1. Hanya Fokus Investasi dan Mengabaikan Uang Pertanggungan

Perlu anda ketahui jika ada beberapa asuransi jiwa yang juga menawarkan investasi. Terdengar menggiurkan karena mungkin bisa mendapatkan keuntungan berlipat. Padahal sebenarnya tidak, investasi akan mengikuti tren yang ada di pasar. Sehingga jika nilainya turun juga akan mempengaruhi besaran nilai pertanggungan nantinya. Untuk itu lebih baik fokus pada nilai pertanggungan daripada nilai investasi yang belum pasti dan bisa saja merugikan.

  1. Jangan Terkecoh Dengan Premi Kecil

Memang saat ini banyak sekali agen asuransi yang menawarkan asuransi yang preminya kecil. Tentunya penawaran seperti ini selalu berhasil menarik perhatian, mengingat ingin mendapatkan harga murah sudah kebiasaan. Selain murah manfaatnya juga harus maksimal dan melimpah. Namun sebaiknya anda tidak mudah terkecoh dengan premi kecil yang sebelum memastikan produk asuransi tersebut bisa memenuhi semua yang kamu butuhkan.

  1. Salah Menentukan Jenis Polis Yang Sesuai Kebutuhan

Umumnya asuransi jiwa memiliki dua macam jenis yakni jangka pendek dan jangka panjang. Sehingga sebelum memutuskan, sebaiknya mengetahui manfaat setiap polis dan menyesuaikan dengan kebutuhan anda. Bukan hanya itu, anda juga harus memperhatikan besaran biaya polis yang akan di pilih. Intinya semuanya harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan keluarga, mengingat manfaat asuransi ini untuk pihak yang tertanggung.

Asuransi jiwa menjadi asuransi yang akhir akhir ini mulai banyak dilirik. Karena bisa menjamin kehidupan orang tersayang ketika hal buruk menimpa. Namun sebelum memilih dan memutuskan ada baiknya mengetahui secara detail tentang asuransi tersebut. Asuransi bukanlah sesuatu yang bisa dihentikan begitu saja dan bisa dikatakan memiliki jangka waktu panjang. Memilih agen yang terpercaya juga harus dilakukan mengingat penipuan asuransi begitu sering terjadi.

Admin

Back to top